Selasa, 17 Juli 2012

PRIMAX DRAG BIKE 2012 SITUBONDO : MINIM BALAP TAPI KAYA RISET

       Force majeur, itu yang terjadi pada hajatan bertitel Primax Drag Bike pekan lalu di Situbondo. Penyebabnya, kurang sadarnya penonton kota Situbondo, sehingga meluber menutup salah satu line lintasan.
“Itupun saya memberikan penawaran terbaik, kalau tak sanggup untuk start, uang pendaftaran dikembalikan. Tapi faktanya, komunitas drag bike karsidenan Besuki, tetap konsisten berlaga,” terang Piter R. Tayu, penyelenggara dari Pamor Enterprise.

Hal ini patut dimaklumi, sebab sudah berkisar 10 tahunan Situbondo tak ada drag bike. “Sedang road race terakhir digelar 2007, tapi penonton road race lebih sadar, sebab road race diidentikan dengan Moto GP yang butuh lebar lintasan konsisten,” urai Sutrisno, tuner serba bisa yang memperkuat tim Motul, Situbondo.

Melihat jumlah peserta, indikasinya komunitas drag bike karisidenan Besuki haus akan even drag bike. Sebab, starter tembus hingga 187 starter, terbagi dalam 10 kelas. Dengan demikian, terbukti bahwa banyak lokal hero di Jatim yang patut dipentaskan.

Memang beda ketika lokasi hajatan digelar diluar Surabaya, tuner daerah terkesan tertantang untuk turun. Hal ini yang terlihat di kelas bebek 2 tak tune up 116 cc, sport 2 tak tune up 155 cc.

Sebab, varian motor ini yang sering bertarung liar untuk zona karisidenan Besuki dan sebagian konsisten diriset buat turun grestrek. “Kalau dirunut dari sejarah, banyak varian ini bekas korekan tuner kawak yang berpindah tangan, selain itu data korekan di level ini cukup banyak,” urai Doni tuner Doni Kepanjen Moto Sport, Kepanjen.

Sisi lain, menariknya pertarungan bebek 4 tak tune up 115 cc cukup sengit. Sebab, podium dikuasai pembalap karisidenan Besuki, sedang Dito Donald mesti puas di urutan ke 2. Kelas ini untuk saat ini dianggap paling sengit di zona ini. Sebab, tuner special yang menangani bebek 4 tak mulai dikuasai oleh tuner muda potensial.

Sipnya, basis motor yang diaplikasi variatif, mulai Jupiter, Crypton, Vega dan Revo ada disini. Maka, pertarungan yang terjadi di level ini, terkesan tak saling contek korekan. “Prinsipnya, tuner zona karsidenan Besuki memiliki gengsi lebih tinggi pada bidang yang lagi diseriusi,” lontar Amos tuner Situbondo mantan manajer Agip Racing Team, Jember era 2005.

Faktanya, pengembangan riset korekan mesin lebih pesat. “Hal ini ditengarai mulai ramai diberlakukan katup special engine yang diburu di Jogja,” yakin Ayung Box pembalap sekaligus tuner tim Box racing Team, Bondowoso.

Begitu juga urusan desain noken as, rata-rata sudah memakai noken as berbasis noken Estilo. “Artinya, kalau tuner muda potensial zona ini sudah bisa meramu noken as mobil, maka dipastikan pengembangan riset bebek 4 tak di zona ini lebih pesat,” yakin Nanang tuner Jepang Motor, Sidoarjo. | pid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar